Sabtu, 07 Mei 2011

Pengertian Strategi Pembelajaran dan Macam-maacam Strategi dalam Pembelajaran

A. Pengertian Strategi Pembelajaran dan Macam-maacam Strategi dalam Pembelajaran
Strategi pembelajaran dapat didefinisikan sebagai suatu perencanaan kegiatan pembelajaran yang disusun pendidik untuk dapat melakukan kegiatan pembelajaran secara efektif dan tepat dalam penyampaian dan pemahaman terhadap materi yang disampaikan kepada siswa. Dalam strategi tersebut pendidik perlu memperhatikan betul-betul dalam penggunaan tiap komponen pendukung, sumber belajar, bahan dan metode yang akan digunakan. Pendidik harus mengerti karakteristik masing-masing individuc cara pandang mereka, dan cara berfikir mereka. Karena strategi yang akan digunakan tersebut sangat mempengaruhi terhadap outcome dari peserta didik. Jadi disini pendidik perlu memahami strategi yang diterapkan, dan selain itu peran dari pendidik dalam kegiatan pembelajaran sangat dibutuhkan dalam inovasinya serta professionalisme yaitu mengembangkan dan mejaga lingkungan pendidikan agar selalu kondusif. Penerapan strategi pembelajaran yang efektif dan efisien serta melibatkan keaktivan tiap individu belajar akan membentuk individu yang mampu memaksimalkan potensi masing-masing dan pembentukan pengetahuan yang kuat dalam benak mereka karena keikutsertaan diri tiap individu dalam perolehan pengetahuan dan pembentukan pengetahuan yang continue.
Dalam hubunganya dengan metode pembelajaran, strategi pembelajaran memiliki makna yang sering disamakan dengan metode pembelajaran. Menurut Kemp (Wina Senjaya 2008) mengemukakan bahwa strategi pembelajaran adalah suatau kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar kegiatan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Dan dengan mengutip pemikiran J.R David, wina senjaya mengatakan bahwa didalam strategi pembelajaran mengandung makna perencanaan. Artinya bahwa dalam strategi pada dasarnya masih bersifat konseptual tentang keputusan-keputusan yang akan diambil dalam suatu pembelajaran. Karena sifatnya yang masih konseptual maka digunakan metode pembelajaran tetentu untuk mengimplementasikanya, dengan kata lain strategi merupakan “a plan of operation achieving something”, sedangkan metode adalah “a way in achieving something”. Jadi metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Terdapat beberapa metode pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran, diantaranya : 1) ceramah 2) presentasi 3) demonstrasi 4) drill and praktis 5) tutorial 6) diskusi 7) cooperative learning 8) games 9) simulasi 10) problem solving, 11) dsb. (http://www.psb-psma.org/content/blog)
Dalam beberapa metode tersebut kita dapat melihat kapan kita harus menggunakan strategi teacher centered learning dan student centered learning. Setiap metode memiliki cara masing-masing untuk menyampaikan isi dari materi, dimana peran dari pendidik dan peserta didik dimasing-masing metode berbeda. Student centered strategies (pembelajaran yang berpusat pada siswa) adalah basic dari metode-metode :
a. Diskusi
Pembelajaran yang berpusat pada siswa, dimana guru menjadi pengarah dan pembimbing dalam pembelajaran. Disini guru membentuk beberapa grup dalam pembelajaran dan guru bersama siswa menentukan topic masalah yang akan didiskusikan. Sebagai strategi, diskusi mengandung percakapan/komunikasi antara tiap individu dalam menyelesaikan masalah, sehingga terbentuk ide dan pendapat dari masing-masing siswa atau siswa dengan guru. Memunculkan karakter dari masing-masing individu dalam berfikir, dan mengeluarkan pendapatnya serta kemampuan untuk menghargai dan berkerjasama dalam membahas suatu topic. Diskusi memiliki beberapa kelebihan antara lain : menarik (diskusi lebih menarik untuk siswa dari pada duduk dan mendengarkan seseorang menceritakan fakta didepan), siswa dapat memperoleh ide baru dalam presentasi informasi ,diskusi menyediakan ruang bagi semua siswa untuk berbicara dan menjawab pertanyaan guru .
b. Cooperative learning
Proses pembelajaran dimana siswa membentuk suatu group dengan berbagai variasi kemampuan sisswa. Siswa mendiskusikan suatu masalah untuk menyelesaikanya bersama dengan pemikiran masing-masing mengeluarkan pendapatnya, dan saling bekerjasama menentukan rumusan pemecahan masalah serta penyelesaian masalah dengan berdiskusi, maka akan tercipta kerja sama antar anggota dalam kelompok pembelajaran. Kelebihan : pembelajaran yang menguntungkan ( grup dengan berbagai kemampuan membimbing dalam pembelajaran dan memberi keuntungan untuk semua pebelajar), formal maupun informal (kelompok diskusi dapat dilakukan baik dalam kondisi formal maupun informal dalam kehidupan nyata atau sehari-hari), kesempatan belajar( dimana apabila suatu kelompok belajar merasa nyaman dan cocok dalam pengembangan pemikiran maka akan muncul kelompok belajar jangka panjang yang dapat dikembangkan dan memunculkan banyak pengetahuan, dan lingkup daerah pembelajaran ( semua content atau bentuk belajar/kegiatan dapat dimasukkan atau digunakan dengan metode ini, misalnya rapat perusahaan, kerjasama antar perusahaan, dsb).
c. Games
Dalam pembelajaran dengan games (permainan) pendidik perlu menyusun atau membuat permainan yang dapat dipakai untuk mencapai tujuan dari pemahaman materi ajar. Games membari motivasi yang besar pada siswa karena disini mereka akan terpusat terhadap suatu masalah yang akan mereka hadapi dan situasi seperti apa sert strategi untuk memenangkan games. Dalam permainan memerlukan keterlibatan seorang pebelajar maupun dalam pembentukan group, dimana dalam setiap permainan akan menumbuhkan motivasi, rasa ingin tahu yang tinggi, menarik perhatian dan tentunya adanya tujuan terhadap permainan yang dimainkan. Games dapat menantang dan gembira dalam memainkanya, didalamnya terdapat berbagai macam pengalaman setelah mereka telah mencoba dan mencoba tidak berhasil maka mereka akan terus mencari dan menemukan dimana kesalahan dan apa yang harus mereka perbuat. Kelebihan : menarik ( siswa dengan cepat terlibat dalam pembelajaran melalui permainan), cocok dengan hasil (game dapat disesuaikan untuk mencocokan dengan hasil belajar), berbagai pengaturan ( dimana game dapat digunakan dalam berbagai pengaturan kelas, dari kelas secara keseluruhan untuk kegiatan individu), dan mendapatkan perhatian (game dapat dijadikan sebagai cara yang efektif dalam mendapatkan perhatian siswa untuk belajar topic tertentu atau ketrampilan.
d. Simulasi
Simulasi melibatkan siswa untuk ikut aktif dalam pembelajaran, karena dalam pembelajaranya masalah yang diangkat dimanipulasi sedemikian rupa sehingga menjadi seperti dalam situasi hidup nyata. Simulasi melibatkan siswa mungkin dalam dialog, manipulasi bahan dan peralatan, atau interaksi dengan computer. Metode ini dapat dilakukan oleh suatu kelas maupun group kerja kecil secara bersama-sama. Menyediakan berbagai pengalaman yang mungkin tidak didapat siswa dalam kehidupannya, misalnya manipualasi bahwa kita akan membuat misi untuk perjalanan ke mars. Jadi disini siswa memerankan suatu peran untuk mendalami pembelajaran dan memahami berbagai perbedaan karakter. Kelebihan : keselamatan ( dimana simulasi menyediakan cara aman untuk terlibat dalam pengalaman belajar), mengulang sejarah ( simulasi mungkin merupakan satu-satunya cara untuk terlibat dalam situasi tertentu, misalnya peran bermain sejarah romawi kuno), didalam genggaman tangan/hands-on (siswa mendapat kesempatan untuk berbagai pengalaman), berbagai tingkat kemampuan (siswa dari semua tingkatan kemampuan dapat dilibatkan/dimasukan dalam pengalaman) dan keterlibatan ( pembelajaran penemuan sangat memerlukan keterlibatan siswa baik dalam semua tingkatan).
e. Problem solving
Masalah merukan awal dari kegiatan pembelajaran. Dalam prosesnya siswa dapat melihat pengetahuan dan kemampuan apa yang akan mereka peroleh setelah pembelajaran. Problem solving menempatkan siswa sebagai individu yang aktif dan terlibat langsung dalam sebuah situasi permasalahan nyata dalam kehidupan. Siswa memulainya dengan pengetahuan yang telah mereka miliki sebelumnya tanpa saran dan bimbingan guru terlebih dahulu, siswa membangun, merencanakan, dan menemukan sebuah solusi atau posisi mereka dalam suatu masalah. Kelebihan : keterlibatan (siswa secara aktiv terlibat dalam pengalaman dunia nyata dalam belajar), konteks untuk belajar (hubungan antara pengetahuan dan ketrampilan menjadi jelas) dan tingkat kompleksitas/kerumitan (tingkat kerumitan masalah dapat dikendalikan, memperkenalkan masalah yang lebih atau tingkat untuk masalah dari waktu ke waktu)
Dan untuk strategi pembelajaran teacher centered learning merupakan strategi pembelajaran yang dilaksanakan guru dan siswa dimana pembelajarna berpusat pada pendidik, peserta didik hanya menerima apa yang guru sampaikan dan mereka cenderung bersifat pasif. Diantara penerapan dari strategi teacher centered learning adalah pada metode-metode :
a. Presentation
Presentasi dilakukan oleh pendidik dalam menyampaikan materi ajarnya. Dalam presentasi seorang sumber yaitu pendidik menceritakan,atau menyampaikan informasi kepada siswa. Komunikasi terkontrol hanya oleh sumber,dengan keterbatasan respon atau interaksi dengan siswa.pendidik dalam menyampaikan presentasi dapat menyisipkan pertanyaan dimana siswa dapat menjawabnya. Namun hal tersebut tidak efektif, karena tidak semua siswa tidak ikut berpartisipasi aktif dalam pembentukan pengetahuan.
b. Demonstration
Demonstrasi biasanya dilakukan oleh pendidik untuk menyampaikan hal-hal yang memiliki proses misalnya : dalam pembuatan kue, atau prose terjadinya hujan asam.
c. Drill and practice
Drill and practice dipakai oleh pendidik dalm penyampaian materi dimana dalam pembelajaranya pendidik tidak banyak bicara. Umumnya siswa telah memiliki pengetahuan terhadap apa yang disampaikan pendidik, mereka langsung melakukan latihan dan latihan terhadap prakteknya.
d. Tutorial
Penyampaian materi ajar kepada siswa, dimana dalam penyampaian informasinya sumber banyak menanyakan apakah terdapat pertanyaan, sudah paham, atau ada tambahan. Pembelajaran yang biasanya digunakan oleh teman sebaya.

Sumber : Smaldino, Sharon E.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar